Posted by: renoma77 | September 5, 2008

Dalam Langkahku…

Dalam Langkahku..

Berawal dari keinginan dan cita2 ku tuk bisa go abroad, kuliah di luar negeri…juga travelling untuk refreshing and have fun. Namun dalam pikiranku hanya ada kata… mana mungkin?.
Dalam hati aku hanya bisa berharap dan berharap…dan aku yakin..tiada yang mustahil di dunia ini.. klo Allah sudah menghendaki tidak akan ada yang bisa untuk menghalanginya.

Advertisements
Posted by: renoma77 | February 1, 2008

Mengapa Rasulullah dirindukan dan dicintai?


images1.jpg

Rasulullah itu adalah orang yang sangat dicintai oleh para sahabatnya, umumnya para sahabat mencintai Rasulullah Saw, walau ada sebagian sahabat yang diam-diam membenci Rasulullah. Tetapi mayoritas sahabat itu sangat mencintai Rasulullah Saw.Pernah suatu malam Rasulullah mendengar suara beberapa orang di luar kamarnya, Rasulullah menegur: “Kenapa kalian berkumpul di sini?” lalu mereka menjawab: “Ya Rasulullah, kami tidak bisa tidur khawatir ketika kami tidur nanti, orang-orang kafir datang dan membunuhmu.” Mereka sukarela menjadi satpam Rasulullah Saw, datang sendiri, tidak dibayar. Tetapi Rasulullah Saw mengatakan, “Tidak, Allah melindungi aku, pulanglah kamu ke tempat kamu masing-masing.”

Ada seorang pedagang minyak wangi, di Madinah. Setiap kali pergi ke pasar, dia singgah dulu ke rumah Rasulullah Saw, dia tunggu sampai Rasulullah keluar. Setelah Rasulullah keluar, dia hanya mengucapkan salam lalu memandang Rasulullah saja, setelah puas dia pergi. Suatu saat setelah dia ketemu Rasululllah dia pergi, lalu tak lama kemudian balik lagi dari pasar dan dia datang kepada Rasulullah Saw dan meminta izin, “Saya ingin melihat engkau ya Rasulullah, karena saya takut tidak bisa melihat engkau setelah ini.” Dan Rasulullah mengizinkannya.

Kemudian, setelah kejadian itu Rasulullah tidak pernah melihat lagi tukang minyak wangi itu. Disuruhnya sahabatnya pergi melihat, ternyata ia sudah meninggal dunia tidak lama setelah dia pergi dari pasan dan memandang wajah Rasulullah Saw itu. Lalu kata Rasulullah Saw: “Kecintaannya kepadaku akan menyelamatkan dia di hari akhirat.”

Ada lagi seorang sahabat Rasulullah bernama Abu Ayyub Al-Anshari. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau beristirahat dahulu di pinggiran kota menginap di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Rumahnya itu dua tingkat, Abu Ayyub dan istrinya di tingkat atas dan Rasulullah Saw di bawah. Pada malam hari Abu Ayub dan istrinya tidak bisa tidur karena mereka takut menggerakkan tubuhnya, semua terbujur seperti sebongkah kayu menahan dirinya untuk tidak bergerak. Mereka takut kalau bergerak, nanti debu-debu dari atas itu berjatuhan kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah mengetahui hal itu, beliau sangat terharu lalu kepada Abu Ayub diajarkan sebuah doa sebagai penghargaan beliau atas cinta yang tulus dari Abu Ayub.

Dalam perang Uhud, ketika kaki Rasulullah terluka, ada seorang sahabat melihatnya lalu mengejar Rasulullah. Dia pegang kaki itu lalu dia bersihkan luka itu dengan jilatannya. Rasulullah kaget lalu berkata, “Lepaskan! Lepaskan!” Sahabat itu berkata: “Tidak Ya Rasulullah, aku tidak akan melepaskannya sampai luka ini kering!”

Ada lagi seorang sahabat, yang setelah Rasulullah meninggal dunia, membanggakan mulutnya yang tidak ada gigi lagi. Saat perang Uhud itu juga, Rasulullah cedera karena rantai pelindung kepalanya menusuk pipinya. Lalu seorang sahabat menarik rantai itu dengan giginya, tapi sebelum rantai itu keluar, seluruh giginya rontok. Dia bangga bahwa giginya itu berjatuhan karena membela Rasulullah yang dicintainya. Sehingga menjadi satu kebahagiaan tersendiri. Ini, sekali lagi masalah cinta, dan cinta itu selalu tidak wajar.

Ada satu contoh lagi kecintaan orang kepada Rasulullah Saw. Menjelang suatu peperangan, Rasulullah sedang membariskan pasukannya karena Rasulullah selalu merapikan barisan pasukannya. Ternyata ada seorang sahabat, mungkin karena perutnya terlalu besar, selalu perutnya itu berada di luar barisan. Kemudian Rasulullah lewat dan memukul perutnya itu agar dirapikan dengan barisan. Lalu sahabat itu memandang Rasulullah dan berkata: “Engkau diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, kenapa kau sakiti perutku?” Lalu Rasulullah turun dari kudanya, dan menyerahkan alat pemukul itu, lalu berseru: “Pukullah aku! Sebagai qishas atas kesalahanku.” Kemudian orang itu berkata: “Tapi engkau pukul langsung kepada kulit perutku.” Lalu Rasulullah segera membuka pakaiannya, tiba-tiba sahabat itu memeluk Rasulullah dan mencium perutnya. Rasulullah kaget dan berkata: “Ada apa denganmu?” Sahabat itu menjawab: “Ya Rasulullah, genderang perang sudah ditabuh, mungkin ini adalah saat terakhir perjumpaanku denganmu. Saya ingin sebelum meninggal dunia, sempat mencium perutmu yang mulia.”

Dan sahabat itu kemudian gugur di medan perang setelah mencium perut Rasulullah Saw. Rupanya ini hanya strategi dia agar bisa mencium perut Rasulullah Saw.

Kelak, setelah Rasulullah meninggal dunia, kecintaan para sahabat itu diungkapkan dengan kerinduan yang luar biasa kepada Rasulullah Saw.

Bilal yang selalu adzan semasa hidup Rasulullah tidak mau beradzan lagi setelah wafat Rasulullah karena Bilal tidak sanggup mengucapkan “Asyhadu anna Muhammad Rasululah” karena ada kata-kata Muhammad di situ. Tapi karena desakan Sayyidah Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara adzan Bilal, dan mengingatkan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau beradzan. Saat itu waktu Subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Bilal tidak sanggup meneruskannya, dia berhenti dan menangis terisak-isak. Dia turun dari mimbar dan minta izin pada Sayyidah Fatimah untuk tidak lagi membaca adzan karena tidak sanggup menyelesaikannya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat adzan itu, seluruh Madinah berguncang karena tangisan kerinduan akan Rasulullah Saw.

Mengapa Rasulullah dirindukan atau dicintai? Itu bukan hanya karena Allah SWT membuka hati mereka untuk rindu, tetapi karena akhlak Rasulullah yang menarik kecintaan mereka. Dan akhlak itu adalah Sunnah. Sekiranya kita mencontoh akhlak beliau ini, pasti kitapun akan dicintai oleh banyak manusia. Tentu tidak oleh semua manusia, karena Rasulullah juga tidak dicintai oleh sem ua manusia, tidak dicintai oleh semua sahabat dan tidak dicintai oleh semua makhluk. Tapi sekiranya kita mempraktekkan akhlak Rasulullah itu dalam pergaulannya dengan orang banyak, pasti kitapun akan menjadi manusia, yang dicintai oleh kebanyakan umat manusia.

Posted by: renoma77 | February 1, 2008

Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya.

Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.

“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.

“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.

Fatimah menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.

Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.

Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.

“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.

Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Posted by: renoma77 | January 19, 2008

Wafat dengan Khusnul Khatimah

Kisah ini kukutip dari radio dimana seorang anak kecil dapat membuat seseorang insyaf dan wafat dengan khusnul khatimah.

Suatu ketika sang ayah berkunjung kerumah sahabatnya.. dengan keperluan meminjam komputer sahabatnya.. sebab komputer di rumahnya sedang rusak karena akan memperbaiki file dan documentnya. Tak lupa putra kesayanganpun ikut dengan sang ayah. putranya bernama fakhri.

Mereka adalah dua sahabat yang sudah sangat akrab.. singkat cerita… ketika di rumah sahabatnya itu… sang ayah… sedang meminjam komputer sang sahabat putranya hanya duduk terdiam di samping ayahnya.. sahabatnya sedang ada di dapur membuat minuman sang sahabat dan putranya fakhri. Ketika sang ayah membuat sebuah document ketika itu fakhri ingin mendengarkan lagu nasyid yang biasa di dengarnya.. sewaktu di rumah…
“Ayah.. bolehkah fakhri mendengarkan lagu nasyid seperti di rumah”? Fakhri pun bertanya dengan nada yg lemah lembut.. “Boleh sayang tapi sebentar yah.. ayah cari dulu.. ” sang ayah pun menjawab.”

sayangnya lagu itu tak kunjung di dapatinya… fakhri pun menangis karena lagu nasyid nya tak ada… nangisnya pun semakin menjadi.. karena tak ingin fakhri menangis sang ayahpun memberi pinjam komputer yg sedang di pakainya… Fakhri meskipun baru menginjak usia 5 tahun dia sudah pandai menggunakan komputer karena sang ayah,.. selalu mengajarinya. Ketika fakhri menggunakan komputer dan mencari file lagu nasyid yg di carinya.. sang ayah selalu melihat fakhri sedang membuka beberapa folder yg ada di komputer itu. Sang ayahpun melihat fakhri membuka Folder bernama kapal dan di buka folder tersebut.. sang ayah kaget.. dan langsung menutup mata fakhri.. dan menutup folder tersebut. Sang ayah pun bingung apa yg harus dia perbuat… anak sepolos fakhri sudah melihat gambar yg tak seharusnya di lihat…. ayahnya bingung dan cemas… namun tak tertuga..fakhri pun berkata… dengan polosnya..

” Ayah… knp ayah berteman dengan orang seperti paman.. kenapa ayah berteman dengan orang yg di benci sama Allah… Bukankah gambar itu di benci sama Allah.. knp ayah?”

Sang ayah pun tak bisa berkata apa-apa matanya berkaca kaca.. namun hatinya merasa bangga.. dan senang..

” Sayang…coba fakhri tanya sama paman.,. knp paman menyimpan gambar seperti itu di komputernya. Dengan langkah kecil fakhri pun menuju sang paman yg sedang menyiapkan minuman di dapur.

Ketika itu fakhri bertanya.

Paman… bolehkah fakhri bertanya sesuatu?
Sang paman pun menjawab : Iyah sayang.. ada apa? apa yg akan kamu tanya nak? ”
Fakri pun melanjutkan pertanyaanya… ” Paman apakah paman cinta kepada Allah ?
Sang pamanpun menjawab : ” knp tanya begitu sayang… Jelas sayang.. paman cinta pada Allah bukankah fakhri juga demikian?
Fakri melanjutkan pertanyaan : ” paman.. bagaimana paman bisa melihat Allah dan Allah menjadi cinta terhadap paman kalau paman selalu dan masih menyimpan gambar yang Allah benci dalam komputer paman.” Sang Paman pun tau apa yg fakhri maksud..
Sang paman terdiam.. matanya berkaca-kaca.. dan langsng memeluk fakhri…
sambil meneteskan air mata sang paman pun berkata dengan segala penyesalannya “Sayang.. maafkan paman.. yah.. fakhri sayang… maafkan paman.. paman khilaf.. paman khilaf.. sang paman terus dan terus memeluk fakhri sambil menangis…. sang ayah pun sunguh terkejut menyaksikan peristiwa itu…

Selang 3 bulan sesudah itu..sang ayah sedang tertidur bersama putranya fakhri dan ketika itu sang ayah terjaga dari tidurnya karena suara telpon berdering…
Kring.. kring.. kring.. kring..
Sang ayahpun mengangkat telpon.. Assalammualaikum..
Someone : Wa’alaikum salam.. Maaf saya dari keluarga.. andi.. anda cepat yah datang kesini.. dan bawa putra anda fakhri.. pak andi ingin bertemu dengan fakhri putra anda.

Sang ayahpun lalu bergegas dan tak lupa putra tercintanya dia bangunkan dan langsung menuju rumah sahabatnya…
Sungguh terkejutnya hati sang ayahanda fakhri melihat sahabatnya sedang di jemput sakaratul maut..

Sahabatku.. aku ingin memeluk fakhri di saat detik2 terakhirku… dan sang pamanpun memeluk fakhri dengan meneteskan air mata… di saat memeluk fakhri sang paman pun mengucapkan “Laailaaahaillah Muhammadurrasulullah”. dan di akhir hayatnya.. sang paman wafat dengan khusnul khatimah dengan memeluk fakhri yang sudah membukakan mata hatinya..
Subhanallah… Semoga ini manjadi pelajaran buat kita semua… Aaamiinnnnnnnnnn

 

Posted by: renoma77 | January 18, 2008

Januari 1st, 2008

Waktu itu menunjukkan pukul 5 sore.. dan saat itu aku masih berada di tempat kerjaku. Kebanyakan waktuku habis di depan komputer Support di tempat kerjaku.. merdeka.. yah merdeka.. kembali kemerdeka… sebagai pengganti cuti sang operator.. tempat yg membosankan meskipun jaraknya dekat dengan rumah namun tak kurasakan kesejukan dan rasa persahabatan disana…. ingin kukembali ke Air Mancur namun butuh waktu satu minggu lagi sampai selesai ku gantikan operator merdeka.. yah di malem 1 januari aku ingin kumpul dengan teman2 dan sahabatku di Air mancur meskipun niatku tak ingin merayakan taun baru coz ini menyangkut aqidah. Tapi rasanya aku telah lelah dan ingin ku rebahkan badanku di ruang tidurku sayup sayup mata lelah dan mulai memerah sunggug berat rasanya. DI saat ku mulai mengetikkan sesuatu di komputerku tiba-tiba mulcul Ym dari sahabatku…

Sahabat: BUZZ.!! Van… kesini yah… kita kumpul2 di Air Mancur… ada acara nih.. jangan lupa yah

Sejenak ku terdiam….

saya : Kayaknya ana gk bisa deh… gk tau nih.. perasaan ana gk enak..
sahabat : Knp van..ada apa?
Saya : gk tau nih.. kayaknya ingin istirahat aja di rumah… lagi cape..
Sahabat : Yah ivan… kan antum belum taun baruan sama ana… kapan lagi..

tersentak kuterdiam… dalam hatiku berkata.. emang iah .. ini adalah pertama kalinyaku belum pernah kumpul sama temen dan sahabat ku di malem taun baru masehi ini… namun niat kita bukan untuk merayakanya akan tetapi hanya berkumpul saja
tersentak ku berubah pikiran dan

Saya : hmmmm tar ana usahain yah..mungkin ana mo pulang kerumah dulu.. Insya Allah gw kesitu sekitar jam setengah 10..

Sahabat : Nah gitu donk.. ok ana tunggu ya.. jangan lupa..:d

ada rasa perasaan bahagia tercurah dihati… itu tandanya masih ada seseorang yang mau mengajakku … yah tak lain hanya seorang sahabat. Yah Seorang sahabat..

Tepat jam setengah 8 malam ..
Oh.. akhirnya… selesai jg kerjaanku.. aku pun mulai membereskan semuanya…. dan bersiap tuk pulang.. Semuah,…saya pulang yah… sampai ketemu nanti.. pamitku pada rekan2 kerjaku langkah ku pun berpacu dengan rasa lelah, kulangkahkan mulai keluar dari tempat kerjaku sampai ku di rumah.. hiruk piruk yg ku lihat di jalan tak membuatku merasa wah di malam taun baru itu,.

Di kamar… ku mulai rebahkan badanku.. dan istirahat sejenak.. namun ku tak banyak luangkan waktuku di kamar tidurku, aku pun segera bergegas dan mengganti pakaianku.. dan siap2 pergi …

Mah aku pamit yah… aku mau ke air mancur ada acara mau kumpul2 bareng temen.. pamitku kpd mama ku.. iyah… ati2 yah… jangan pulang malam..

Ok insya Allah… jawabku..

Akupun melangkahkan kakiku dari rumah menuju Airmancur…. di perjalanan sungguh padat oleh hiruk pituk manusia.. di malam taun baru masehi… jalanan macet.. suasana begitu panas… mungkin pancaran dari hawa manusia.. yg amat banyaknya…
Alhamdulillah akhirnya tiba juga di Air Mancur.. memang udah hal biasa di sini ramai di malam hari apalagi malam minggu.. namun disini melebihi ramai nya malam minggu.. coz malam taun baru masehi… bagi ku hal seperti ini biasa2 aja.. gk da yg istimewa..dan malah sebaliknya.. aku sedih.. coz.. apakah ini yg pernah di ajarkan nabi? apasih yg kira bisa petik dari malam taun baru ini .. Stupid, Crazy.. hanya ratapan yg bisa ku lihat….
Berselang tibaku di Air Mancur..(Plaza Air Mancur) kulihat teman2 dan sabahabtku tlah kumpul… senengnya bisa bertemu dengan mereka.. namun.. hatiku yg tadinya senang berubah menjadi diam dan merasa ada hal yg kurang.. pandanganku tertuju akan sahabatku.. ada apa gerangan dengan dirinya? tak biasanya kulihat dia seperti ini.. aku pun menjadi resah ku ingin bertanya padanya namun.. entah knp suaraku jadi bersembunyi. Namun tanpa ku bertanya dia pun berkata dengan nada sedikit bersedih

“van… tadi ada sms… katanya.. kk saya masuk rumah sakit lagi dan sekarng ada di Rumah sakit Ismail Marzuki. Mungkin sebentar lagi saya kesana.. gk bisa kumpul yah kita.. ” antum anter saya yah… gpp kan .

Sejenak ku terdiam …. dan akupun menjawab… “baiklah kalo begitu…” dengan hati senang ku ingin ada di samping sahabatku ketika dia dalam kesedihan.

Sesudah itu kamipun segera menuju RS. Ismail Marzuki dengan motor yg kami pinjam pada teman kami..di perjalanan kami sambut oleh hujan gerimis… titik demi titik air hujan.. membasahi pungungku.. namun.. tak kuhiraukan.. untungnya.. aku bawa jaket yg cukup bisa menahan tetesan air hujan.. Aku tak tau apa yg sedang di rasakan oleh sahabatku.. waktu itu…

Setibanya di RS.. kami pun masuk kedalam dan melihat sang kk sahabatku. sedang terkulai.. di pembaringan.. kulihat wajah sahabatku menjadi semakin sedih.. Namun syukur Alhamdulillah sang kk.. masih bisa berkomunikasi dengan kami dan keluarga sahabatku… namun nafasnya.. sudah agak sesak.. karena sedanng ada gangguan pernafasan. Disitu.. aku mulai kenal dengan Sang Mama sang adik sahabtku serta keluarga beliau. Entah kenapa waktu itu.. Hujan sangat deras sekali, aku yg waktu itu ada di samping sahabtku sedang mengobrol dengan sang kk.. dia menanyaiku… siapa namaku apakah kerja satu kerjaan dengan sahabtku.. aku menjawab segala yg di tanyakannya.
Ketika itu sang dokter datang.. dan menyakatakan bahwa pasien harus di bawe ke rumah sakit lain.. karena disini tidak bisa lama.. mungkin bisa namun kelas tiga sudah kosong… yg ada hanyalah kelas satu dengan biaya yg cukup mahal. Situasi ini menambah kebingungan sahabatku dan keluarganya..namun apalah arti diriku yg tak bisa berbuat apa2.. aku hanya berdiri menyaksikan semua itu… dengan segera sahabatku mencari tau RS lain yg bisa merawat kk nya… dia telpon RS lain dan bahkan mencarinya… aku disana hanya bisa berdoa.. semoga ada RS yg masih kosong. Namun segala usaha telah di lakukan sahabtku tak ada RS yg kosong.. gk da hasil. Sungguh semua itu menambah kebingungan sahabat serta keluarganya.. dan aku pun menjadi ikut bingung wkt itu.. aku bisa merasakan apa yg mereka rasakan. namun aku hanya bisa berharap… mudahkan lah Ya Allah…

Namun tak ada jalan lain selain sang kk harus di bawa kerumah… keputusan itu di buat oleh sahabat dan keluarganya… dan akhirnya pun sang kk akan di bawa kerumah.. dengan sebuah angkot.. waktu itu… sebelum kami bawa ke angkot sang kk masih keliatan sehat.. akan tetapi ketika di angkot.. sang kk mulai kejang-kejang.. apa yg sedang terjadi waktu itu membuat aku terkejut.. aku melihat sahabatku menangis.. mama menangis.. semua bingung mataku mulai berkaca-kaca menyaksikan semua itu.. apa yg mesti kami lakukan waktu itu ? Knp, ada apa ini knp jadi begini? dalam hatiku berkata kata… knp disaat orang orang sedang bersuka ria.., meniup terompet dan bersorak ria.. namun disini .. kita sedang menangis.. terharu dan bahkan kebingungan… ku tak sanggup menahan air mata.. namun ku berusaha untuk membendungnya… ketika itu kami pun (aku, sahabatku dan keluarga) membawa sang kk kembali kedalam RS.. dan di lakukan perawatan kembali.. semuanya mulai tenang karena kondisi nya membaik lagi.. namun… kebingungan trus saja..menghantui kami.. Didekatku.. mama sahabat ku menangis.. aku yg waktu itu berada di sampingnya.. membuat hatiku luluh tak bisa berkata kata dan mataku yg menahan rasa sedih. yang bisa aku katakan hanyalah Sabar ya ma.. kuatkan hati.. mungkin kita lagi di coba.. Alhamdulillah sungguh.. aku mendapati mama dan sahabatku sebagai orang2 yg sabar..
Setelah berunding.. akhirnya.. kami pun memilih untuk merawat sang kk di kelas A.. meskipun harganya lumayan mahal akan tetapi itu adalah jalan satu satunya yg harus kami pilih. kondisi kami pun mulai lega.. dan sang kk pun mulai membaik lagi..
Namun di ruangan tersebut.. aku lihat dari sinarnya mata sang kk.. terlihat kosong.. dia aku menatapnya heran .. karena dia menatapku.. denga begitu kosong… namun dia keliatannya sangat lelah dan dia pun tertidur… aku, sahabatku serta adiknya menunggu dialuar sedang di dalam ada sang mama serta istrinya kk…. di luar kami pun mengobrol2 namun waktupun berjalan dengan cepatnya.. hingga waktu menunjukkan pukul 4 pagi.. sungguh jika sekiranya besok aku tidak kerja .. ku akan ada disitu di samping sahabat jg keluarga beliau… namun besok aku harus kerja waktu itu pun aku pamit aku pulang… akan tetapi sahabtku mengantarku sampai rumah….
Sungguh aku telah menyaksikan dan baru menyaksikan ketika aku berada dalam sebuah keluarga yg sedang berada dalam kesedihan… atas peristiwa itu.. hubungan silaturrahmi terjalain… Alhamdulillah.. Subhanallah… dan aku bisa memtik pelajaran dari semua itu..

Setelah aku di antar oleh sahabatku.. aku pun tidur di ruang tidurku.. namun waktu terasa cepat sekali baru sekejap aku tertidur.. sudah menunjukkan pukul 9 pagi.. dan aku harus berangkat kerja.. Alhadulillah waktu itu tgl merah 1 januari 2008.. dimana di tempat kerjaku kerja aku bisa kerja dengan santai.. alhamdulillah user ku tak banyak.. dan aku pun bisa istirahat di tempaat kerjaku.. 😀

Sekitar pukul 4 sore aku melihat keluar jendela.. hujan waktu itu sunggh lebat sekali.. ada apakah gerangan..? tanya ku dalam hati… Aku harap ini bukan pertanda buruk.. hatiku.. tak tau knp berkata demikian..
Sekitar jam 5 sore.. ketika aku sedang duduk di depan komputer.. tiba-tiba ada yg pm aku.. oh ternyata dari Fery.. temanku..
Fery : Buzz..!! van….udah tau belom?
Saya : tau apa phe… phe knp, ada apa… apa yg terjadi..
Fery: Herman tadi telpon kesini…
Saya : Knp phe.. apa katanya?
Fery: KK nya meninggal van tadi jam 1/2 5 sore..
Aku kaget waktu itu hatiku kacau gk karuan… aku lemah.. mataku berkaca-kaca, aku tak kuat menahan air mataku… yg menjadikan aku sedih.. knp aku tak ada disaat sakatul maut menjemput kk sahabatku.. knp aku tak ada disamping sahabat dan kelurganya ketika itu? Ya Allah… sungguh engkau adalah yg maha pengasih lagi maha penyayang… Ampunilah Segala dosa kk sahabatku.. sungguh sebelumnya ku sempat berbincang dengannya.. namun kini kau telah mengambilnya.. Ya Allah.. Berikanlah kesabaran atas Sahabat serta keluarganya… aku menangis.. tak bisa kubendung air mataku… aku saja sedih apalagi sahabat aku.. disana….

Jam 8 malam aku bersama teman2 ku berencana untuk berta’ziah.. ke rumah sahabtku.. ku ingin melihat jenazah sang kk dan memberikan semangat untuk sahabatku.. disana aku melihat Jenazah sang kk.. dalam hatiku berkata.. KK.. baru kemarin kita masih berbincang.. kau berikan beberapa pertanyaan padaku,. dan sekarang kau sudah kembali kepada sang pencipta.. pasti kia semua akan menyusulmu… sambil ku lantunkan Yasiin.. di sampingnya…. Proses pemakaman pun di laksakan besok hari namun aku tak bisa mengantarnya sampai ke tempat pembaringannya yg terakhir… aku hanya bisa berdoa…

Afwan……………

 

Posted by: renoma77 | January 18, 2008

Ciri-ciri Sahabat Sejati

SAHABAT SEJATI

“Sebaik baik sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya” (H.R al-Hakim)

‘Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..’


images1.jpg

ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.

Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:

“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui, lagi maha mendalam pengetahuanNya.’

DALAM Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personality individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.

Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud: “ Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya” (H.R Abu Daud). Bak kata pepatah Arab, “ Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita.”

Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik? Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:

  • Jika engkau berbuat baik kepadanya, dia akan melindungi kamu;
  • Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
  • Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
  • Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
  • Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyambut kebaikan kamu;
  • Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
  • Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
  • Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menayakan kesusahan kamu;
  • Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
  • Jika engkau berkata kepadanya, niscaya dia akan membenarkan kamu;

 

Posted by: renoma77 | January 18, 2008

Sahabat Sejati

 
  images.jpg

 

Persahabatan ( Sahabat Sejati)

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**

 

 

Posted by: renoma77 | December 17, 2007

Hi Friends………………

irvan.jpgWelcome To My Blog…
Assalammualaikum wr. Wb..

Selamat Datang di Blog ku semoga di ini.. kita bisa jalin ukhuwah..

Wassalam…

Categories